Liputan

Bleganjur Dies Natalis VII

FOK: "Salto" Menuju Gelar Juara

Persma VISI | Rabu, 08 Mei 2013 - 07:20:30 WIB | dibaca: 797 pembaca

Aksi memukau kontingen FOK (foto:BunglonAprillia)

Lomba bleganjur dalam serangkaian Dies Natalis VII UNDIKSHA diadakan pada Selasa, 7 Mei 2013 di Lapangan kampus tengah UNDIKSHA. Tahun ini lomba bleganjur berlangsung meriah terbukti dari antusiasme penonton yang hadir sore itu. Perhelatan yang diadakan di bawah sinar mentari sore yang menyejukkan ini berhasil menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian banyak  pihak. Tahun ini, tahta juara menjadi rebutan 7 kontingen yaitu kontingen dari FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan), FBS (Fakultas Bahasa dan Seni), FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), FOK (Fakultas Olahraga dan Kesehatan), FTK (Fakultas Teknik dan Kejuruan , FIS (Fakultas Ilmu Sosial), dan fakultas termuda di Undiksha, FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

 Masing-masing fakultas menampilkan tabuh bleganjur dengan konsep yang berbeda-beda. Penyajian penampilan tergolong sangat kreatif dan inovatif. FTK menampilkan bleganjur dengan tambahan fragmen tari sederhana, FBS menonjolkan variasi dengan tambahan vokal dari para penabuh, sedangkan FOK dengan karakter olahraganya menampilkan beberapa gaya yang membuat para penonton tercengang. Gerakan salto dan gaya ala binaragawan menjadi kreasi tambahan pada penampilan FOK. Sungguh atraktif!

Penampilan para kontestan dinilai oleh 3 orang juri yang memang memiliki latar belakang seni dan mumpuni di bidangnya. Para dewan juri terlihat sangat serius memperhatikan penampilan para kontestan. Juri 1 adalah I Made Pasca Wirsutha, S.Sn dari SMK N 1 Sukasada (SMIK), juri 2 adalah I Putu Putrawan yang merupakan seniman yang berkecimpung di bidang seni kerawitan, dan juri 3 ialah I Gusti Bagus Sukma Dioka, S.Sn dari ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar.  “Tahun ini banyak kemajuan. Semuanya bagus-bagus, dari segi kostum, kreasi dan gendingnya. Sulit sekali memutuskan. Bahkan ada yang mencoba tambahan fragmen tari, sungguh harus dicoba tahun depan,” aku Made Pasca.

Akhirnya dari perdebatan sengit para dewan juri memutuskan hasil kompetensi. Naik ke podium juara  pertama yaitu FOK dengan perolehan nilai  491, menyusul FBS di posisi kedua dengan perolehan nilai 479, dan juara FIP dengan perolehan nilai  465 sebagai juara ketiga. Butuh waktu sekitar 20 menit sebelum akhirnya para juara diumumkan. Begitu hasil diumumkan terlihat euforia dari mahasiswa FOK di tengah lapangan. Hasil yang sepadan untuk atraksi salto yang mencengangkan.

Redaksi VISI sempat mewawancarai  Koordinator Lomba Tabuh yang juga merupakan PD III FTK, yaitu Agus Adiartha, S.T, M.T. Menurut beliau persiapan loba bleganjur tahun ini tidak mengalami kendala yang terlalu berarti sebab masing-masing SMF (Senat Mahasiwa Fakultas) sudah mempersiapkan karena lomba ini merupakan lomba rutin yang selalu dihelat tiap tahunnya. Sebelum perlombaan juga telah diadakan technical meeting untuk menentukan rambu-rambu tentang perlombaan agar tidak terjadi kerancuan. “Juri sengaja kami datangkan dari luar dan memang orang-orang yang ahli di bidangnya. Jurinya juga independen, dalam artian tidak satupun juri bleganjur di sini yang menggarap tim-tim bleganjur dalam perlombaan di UNDIKSHA ini. Ya, supaya tidak ada kecurangan dalam penilaian,” tuturnya. Menurutnya kemungkinan besar lomba bleganjur kreasi akan menjadi lomba fragmen bleganjur seperti yang sempat dituturkan juri I Made Pasca Wirsutha tadi. (Bunglon Aprillia/Widya)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)